Monday, July 7, 2014

Pahlawan Matematika Muslim yang Terlupakan

Pahlawan Matematika Muslim yang Terlupakan




Saat ini ilmu pengetahuan, khususnya matematika, berkiblat ke negeri Barat (Eropa dan Amerika). Kita hampir tidak pernah mendengar ahli matematika yang berasal dari negeri Timur (Arab Muslim, India, Cina). Yang paling populer kita dengar sebagai matematikawan Arab Muslim yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan matematika adalah Al-Khawarizmi, dikenal sebagai bapak Aljabar, memperkenalkan bilangan nol (0), dan penerjemah karya-karya Yunani kuno. 

Apakah benar hanya itu kontribusi negeri-negeri timur (khususnya umat Islam) terhadap perkembangan matematika? 


Kisah angka nol 

Konsep bilangan nol telah berkembang sejak zaman Babilonia danYunani kuno, yang pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu. 

Hingga pada abad ke-7, Brahmagupta seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan nol akan menjadi nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan nol. Hal ini terus menjadi topik penelitian pada saat itu, bahkan sampai 200 tahun kemudian. Misalnya tahun 830, Mahavira (India) mempertegas hasil-hasil Brahmagupta, dan bahkan menyatakan bahwa "sebuah bilangan dibagi oleh nol adalah tetap". Tentu saja ini suatu kesalahan fatal. Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu. 

Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. 

Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal. 



Zaman Kegelapan 

Sebenarnya stagnasi ilmu pengetahuan tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah berpindahnya pusat-pusat ilmu pengetahuan. Sejarah mencatat bahwa setelah Yunani runtuh, muncul era baru, yaitu era kejayaan Islam di tanah Arab. Hal ini berakibat bahwa perkembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan berpusat dan didominasi oleh umat Islam-Arab. Yang dimaksud dengan Arab di sini meliputi wilayah Timur Tengah, Turki, Afrika utara, daerah perbatasan Cina, dan sebagian dari Spanyol, sesuai dengan wilayah kekuasaan kekhalifahan Islam pada saat itu. 

Khalifah Harun Al-Rashid, khalifah kelima pada masa dinasti Abassiyah, sangat memerhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa kekhalifahannya, yang dimulai pada sekitar tahun 786, terjadi proses penerjemahan besar-besaran naskah-naskah matematika (juga ilmu pengetahuan lainnya) bangsa Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Bahkan khalifah berikutnya, yaitu khalifah Al-Ma’mun lebih besar lagi perhatiannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa kekhalifahannya di Bagdad didirikan Dewan Kearifan, yang menjadi pusat penelitian dan penerjemahan naskah Yunani. 

Beasiswa disediakan bagi para penerjemah dan umumnya mereka bukan hanya ahli bahasa, tetapi juga merupakan ilmuwan yang ahli dalam matematika. Misalnya Al-Hajjaj menerjemahkan naskah Elements (berisi kumpulan pengetahuan matematika) yang ditulis Euclid. Beberapa penerjemah lainnya misalnya Al-Kindi, Banu Musa bersaudara, dan Hunayn Ibnu Ishaq. 

Seperti yang banyak dikemukakan ahli sejarah matematika, terutama yang ditulis oleh orang Barat, kontribusi Muslim bagi perkembangan matematika adalah terbatas pada aktivitas penerjemahan naskah Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Banyak ahli sejarah matematika yang tidak menampilkan tentang sumbangan besar Muslim terhadap perkembangan matematika, baik karena sengaja atau ketidaktahuannya. 

Namun tidak sedikit pula ahli sejarah matematika dari Barat yang lebih objektif dalam mengemukakan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Dalam satu sumber yang ditulis oleh J. J. O’Connor dan E. F. Robertson dikatakan bahwa dunia barat sebenarnya telah banyak berutang pada para ilmuwan/matematikawan Muslim. Lebih lanjut bahwa perkembangan yang sangat pesat dalam matematika pada abad ke-16 hingga abad ke-18 di dunia barat, sebenarnya telah dimulai oleh para matematikawan Muslim berabad-abad sebelumnya. 



Kontribusi matematikawan Muslim 

Salah seorang matematikawan brilian pada masa permulaan adalah Al-Khawarizmi. Selain kontribusinya seperti yang telah dikemukakan, Al-Khawarizmi dikenal pula sebagai pionir dalam bidang aljabar. Penelitian-penelitian Al-Khawarizmi adalah suatu revolusi besar dalam dunia matematika, yang menghubungkan konsep-konsep geometri dari matematika Yunani kuno ke dalam konsep baru. Penelitian-penelitian Al-Khawarizmi menghasilkan sebuah teori gabungan yang memungkinkan bilangan rasional/irasional, besaran-besaran geometri diperlakukan sebagai “objek-objek aljabar”. 

Generasi penerus Al-Khawarizmi, misalnya Al-Mahani (lahir tahun 820), Abu Kamil (lahir tahun 850) memusatkan penelitian pada aplikasi-aplikasi sistematis dari aljabar. Misalnya aplikasi aritmetika ke aljabar dan sebaliknya, aljabar terhadap trigonometri dan sebaliknya, aljabar terhadap teori bilangan, aljabar terhadap geometri dan sebaliknya. Penelitian-penelitian ini mendasari penciptaan aljabar polinom, analisis kombinatorik, analisis numerik, solusi numerik dari persamaan, teori bilangan, dan konstruksi geometri dari persamaan. 

Al-Karaji (lahir tahun 953) diyakini sebagai orang pertama yang secara menyeluruh memisahkan pengaruh operasi geometri dalam aljabar. Al-Karaji mendefinisikan monomial x, x2, x3,…dan 1/x, 1/x2, 1/x3,…dan memberikan aturan-aturan untuk perkalian dari dua suku darinya. Selain itu, ia juga berhasil menemukan teorema binomial untuk pangkat bilangan bulat. Selanjutnya untuk memajukan matematika, ia mendirikan sekolah aljabar. Generasi penerusnya (200 tahun kemudian), yaitu Al-Samawal adalah orang pertama yang membahas topik baru dalam aljabar. Menurutnya bahwa mengoperasikan sesuatu yang tidak diketahui (variabel) adalah sama saja dengan mengoperasikan sesuatu yang diketahui. 

Matematikawan Muslim lainnya adalah Omar Khayyam yang lahir sekitar tahun 1048. Dia berjasa besar melalui penelitiannya, memberikan klasifikasi lengkap dari persamaan pangkat tiga melalui penyelesaian geometri dengan menggunakan konsep pemotongan kerucut. Dia juga memberikan sebuah konjektur (dugaan) tentang deskripsi lengkap dari penyelesaian aljabar dari persamaan-persamaan pangkat tiga.

Matematikawan berikutnya adalah Sharaf al-Din al-Tusi yang lahir tahun 1135. Dia mengikuti Omar Khayyam dalam mengaplikasikan aljabar pada geometri, yang pada akhirnya menjadi permulaan bagi cabang algebraic geometry. 

Di luar bidang aljabar, matematikawan Muslim juga mempunyai andil. Salah seorang dari Banu Musa bersaudara, yaitu Thabit Ibnu Qurra (lahir tahun 836), mempunyai kontribusi yang banyak bagi matematika. Salah satunya adalah dalam teori bilangan, yaitu penemuan pasangan bilangan yang mempunyai sifat unik; dua bilangan yang masing-masingnya adalah jumlah dari pembagi sejati bilangan lainnya dan disebut pasangan bilangan bersahabat (amicable number). Teorema Thabit Ibnu Qura ini kemudian dikembangkan oleh Al-Baghdadi (lahir tahun 980). 

Berikutnya adalah Abu Ali Hasan Ibnu Al-Haytam (lahir tahun 965 di Basrah Irak), yang oleh masyarakat Barat dikenal dengan nama Alhazen. Al-Haytam adalah orang pertama yang mengklasifikasikan semua bilangan sempurna yang genap, yaitu bilangan yang merupakan jumlah dari pembagi-pembagi sejatinya, seperti yang berbentuk 2k-1(2k-1) di mana 2k-1 adalah bilangan prima. Selanjutnya Al-Haytam membuktikan bahwa bila p adalah bilangan prima, 1+(p-1)! habis dibagi oleh p. 

Sayangnya, jauh di kemudian hari, hasil ini dikenal sebagai Teorema Wilson, bukan Teorema Al-Haytam. Teorema ini disebut Teorema Wilson setelah Warring pada tahun 1770 menyatakan bahwa John Wilson telah mengumumkan hasil ini. Selain dalam bidang matematika, Al-Haytam juga dikenal baik dalam dunia fisika, yang mempelajari mekanika pergerakan dari suatu benda. Dia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa jika suatu benda bergerak, akan bergerak terus menerus kecuali ada gaya luar yang memengaruhinya. Ini tidak lain adalah hukum gerak pertama, yang umumnya dikenal sebagai hukum Newton pertama. Selain itu, Al-Haytam memberikan andil yang sangat besar bagi perkembangan teori dan praktik optik. Al-Farisi (lahir tahun 1260) memberikan metode pembuktian yang baru untuk teorema Thabit Ibnu Qurra. Dia memperkenalkan ide baru berkenaan faktorisasi dan metode kombinatorik. 

Matematikawan lainnya adalah Al-Kashi (lahir tahun 1380) yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan teori pecahan desimal. Teori ini mempunyai kaitan yang sangat erat dengan teori bilangan riil dan sejarah penemuan bilangan (pi). Selanjutnya ia mengembangkan algoritma penghitungan akar pangkat n. Metode ini beberapa abad kemudian dikembangkan oleh matematikawan barat Ruffini dan Horner. 



Bidang Astronomi 

Masalah-masalah astronomi, penentuan waktu, dan masalah geografi merupakan motivasi lain bagi matematikawan Muslim untuk melakukan penelitian. Misalnya saja Ibrahim Ibnu Sinan (lahir sekitar tahun 910-an) dan kakeknya Thabit Ibnu Qurra, mempelajari kurva-kurva yang diperlukan dalam mengonstruksi jam matahari. Abul-Wafa (lahir tahun 940-an) dan Abu Nasr Mansur (lahir tahun 970-an) mengaplikasikan geometri bola terhadap astronomi dan menggunakan rumus-rumus yang melibatkan sinus dan tangen. Kemudian Al-Biruni (lahir tahun 973) menggunakan rumus sinus baik dalam astronomi maupun dalam perhitungan garis bujur dan lintang dari kota-kota. Dalam kasus ini, Al-Biruni melakukan penelitian yang sangat gencar dalam proyeksi dari bola pada bidang. 

Thabit Ibnu Qurra juga mempunyai kontribusi bagi teori dan observasi dalam astronomi. Al-Batanni (lahir tahun 850) membuat observasi yang akurat yang memungkinkannya untuk memperbaiki data-data dari Ptolemy tentang bulan dan matahari. Nadir al-Din al-Tusi (lahir tahun 1201), berdasarkan astronomi teoritisnya dalam pekerjaan Ptolemy, membuat pengembangan yang sangat signifikan dalam model sistem planet. 

Pembuatan tabel-tabel fungsi trigonometri adalah bagian dari pekerjaan para matematikawan Muslim dalam penelitian bidang astronomi, seperti yang dilakukan oleh Ulugh Beg (lahir tahun 1393) dan Al-Kashi. Konstruksi alat-alat astronomi juga tak lepas dari pengaruh para matematikawan Muslim. 

Uraian di atas tidaklah cukup mengulas secara menyeluruh karya-karya matematikawan Muslim. Masih banyak yang belum tercakup, dan belum terungkap. Belum tercakup dan belum terungkapnya semata-mata karena kurangnya sumber yang mengisahkan mereka. Dengan demikian, pantas bagi kita untuk mengatakan bahwa matematikawan Muslim adalah pahlawan-pahlawan matematika yang terlupakan. Atau, memang sengaja dilupakan. Wallahu a’lam.*


Sumber :
Dr. Rizky Rosjandi, Doktor Bidang Kajian Analisis Aljabar, Alumni ITB, Staf Pengajar UPI
Al Jupri, Alumni UPI, Juara III Olimpiade Matematika Internasional di Iran, Staf Pengajar UPI
Pikiran Rakyat 2006
http://matematika.upi.edu/index.php/pahlawan-pahlawan-matematika-yang-terlupakan/, dalam:
http://fkip.ums.ac.id/matematika/cetak.php?id=2626 Januari 2010


Sumber Gambar:

http://library.kptm.edu.my/about2.php

Download Gratis Al-Quran dan Terjemahan

Download Gratis Al-Quran dan Terjemahan











Ayat adalah versi desktop dari Proyek Al-Qur’an Al-Karim dari King Sa’ud University, yang menawarkan semua fitur versi online tanpa perlu koneksi internet. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur menarik.


Sebelum menginstal download terlebih dahulu adobe Air, lalu install dari di link berikut ini http://get.adobe.com/air/



Cara Install:

1. Setelah selesai download Extract menggunakan WinRAR

2. Instal file Ayat.exe




3. Setelah selesai Instal, cari Folder dengan nama "Content"

4. Klik file "Launcher.exe", lalu klik dan pilih "Indonesian"

5. Silahkan tunggu beberapa menit, hingga proses extract selesai

6. Jalankan Program


7. Jika sudah dijalankan, lalu klik logo bola dunia dipojok sebelah kiri. Sorot, lalu pilih dan klik "Indonesian"


Thursday, July 3, 2014

Program Matrikulasi Kurikulum 2013 Tingkat SMA

Program Matrikulasi Kurikulum 2013 Tingkat SMA




Pada tahun pelajaran 2013/2014 belum seluruh SMA melaksanakan kurikulum 2013. Jumlah SMA di Indonesia sebanyak 12.637 dan yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 baru 1.436 SMA terdiri dari 1.270 SMA sasaran dan 166 SMA melaksanakan secara mandiri. Dengan demikian jumlah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 sebanyak 11,36%.

Merujuk pada kebijakan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SE Mendikbud) Nomor 156928/MPK.A/KR/2013 Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, diamanatkan bahwa pada tahun pelajaran 2014/2015 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada semua satuan pendidikan.

Termasuk Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 420/176/SJ – Nomor 0258/MPK.A/KR/2014 tentang Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar menyediakan anggaran untuk mendukung Implementasi Kurikulum 2013 pada Tahun Anggaran 2014. Selajutnya Pemerintah Provinsi bersama-sama Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pendampingan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di tingkat sekolah bersama dengan Unit Implementasi Kurikulum (UIK).

Struktur kurikulum yang termuat dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan yang termuat dalam Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum memiliki perbedaaan dari sisi jumlah dan jenis mata pelajaran. Hal ini menjadi pemikiran satuan pendidikan, bagaimana melakukan penyesuaian mata pelajaran, bagaimana pemenuhan ketercapaian KD yang dituntutan Kurikulum 2013 namun KD tersebut tidak terdapat pada Kurikulum 2006 kelas X tahun pelajaran 2013/2014, dan penyesuainan Laporan Hasil Belajar (LHB) menjadi Laporan Capaian Kompetensi (LCK).

Konsekwensi dari ketentuan dan peraturan tersebut, setiap satuan pendidikan yang belum melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 wajib melakukan Matrikulasi kepada siswa kelas XI untuk memenuhi kompetensi peserta didik sesuai dengan yang termuat dalam Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum.

Adapun analisis perbandingan perbandingan KD pada mata pelajaran yang perlu dimatrikulasikan di tingkat SMA dapat anda download di link berikut ini:

  1. Analisis KD Pendidikan Agama
  2. Analisis KD PPKn
  3. Analisis KD Bahasa Indonesia
  4. Analisis KD Bahasa Inggris
  5. Analisis KD Matematika Wajib
  6. Analisis KD Matematika Peminatan
  7. Analisis KD Sejarah
  8. Analisis KD Seni Budaya
  9. Analisis KD Penjasorkes
  10. Analisis KD Fisika
  11. Analisis KD Kimia
  12. Analisis KD Biologi
  13. Analisis KD Geografi
  14. Analisis KD Sosiologi
  15. Analisis KD Ekonomi
  16. Format Laporan Capaian Kompetensi (LCK)



Demikian tentang analisis perbandingan KD antara Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendikbud No. 69 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. Semoga bermanfaat…



Sumber: http://ibnufajar75.wordpress.com.

Cara Mengoptimalkan Meta Description di Blogger

Cara Mengoptimalkan Meta Description di Blogger





Dulu, sebelum ada fitur search preferences yang dapat diatur dengan mudah melalui dashboard Blogger, kita mesti menambahkan tag meta deskripsi secara manual:



< meta name='description' content='deskripsi konten/halaman blog' />

Tapi kini tidak perlu lagi, karena fitur meta description dapat dengan mudah diakses melalui halaman settings.

1. Buka dashboard > settings
2. Pilih search preferences (Preferensi Penelusuran)
3. Lihat Pada bagian Meta Tags > Description
4. Klik "Edit".
5. Pada opsi Enable search description? Pilih "Yes".





6. Akan muncul content box seperti ini:




7. Isikan deskripsi blog sesuai keinginan. Ingat, maksimal hanya 150 karakter, jadi optimalkan penggunaan kata-kata se-efisien mungkin. Lalu klik "save changes" untuk menyimpannya.



Semoga bermanfaat...


Wednesday, July 2, 2014

Model Pembelajaran Saintifik 19 Mata Pelajaran di SMA/MA

Model Pembelajaran Saintifik 19 Mata Pelajaran di SMA/MA


Berikut ini adalah hasil jelajah yang kemudian saya letakkan kembali di sini agar lebih mudah untuk ditemukan rekan guru yang memerlukannya. Model Pembelajaran Saintifik 19 Mata Pelajaran di SMA/MA katanya dipakai pada kurikulum 2013 (kalau tidak diganti namanya :) ). Bagi yang membutuhkan silahkan unduh sebagaimana mestinya, klik kanan dan save as… Semua file berformat docx.


  1. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Matematika
  2. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Fisika
  3. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Kimia
  4. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Biologi
  5. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Sejarah
  6. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Ekonomi
  7. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Geografi
  8. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Sosiologi
  9. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  10. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Inggris
  11. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Penjasorkes
  12. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran PAI
  13. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran PKn
  14. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Antropologi
  15. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Prakarya
  16. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Seni Budaya
  17. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Mandarin
  18. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Jepang
  19. Model Pembelajaran Saintifik Mata Pelajaran Bahasa Jerman




Sumber: http://urip.wordpress.com.

Cara Membuat Iklan Text pada Widget Blog

Cara Membuat Iklan Text pada Widget Blog




Menyediakan ruang iklan teks pada blog merupakan trik menambah penghasilan dari blog. Bagaimana cara membuat iklan text pada widget blog? Pada kesempatan ini saya akan membahasnya.



Berikut langkah cara membuat iklan text pada widget blog :

1. Login akun blogger Anda.
2. Pilih menu tab Tata Letak > Tambahkan Gadget > HTML/JavaScript.

3. Copy paste kode berikut pada gadget HTML/JavaScript.


<style type="text/css">
#teks {
height: 300px;
width: 300px;
border: 1px solid #333;
}
#teks #teks1 {
height: auto;
width: auto;
margin-top: 10px;
text-decoration: underline;
padding-top: 0px;
padding-bottom: 4px;
font-size: 15px;
font-style: normal;
line-height: normal;
}
#teks #teks2 {
height: auto;
width: auto;
margin-top: 10px;
text-decoration: underline;
padding-top: 2px;
padding-bottom: 2px;
font-size: 15px;
font-style: normal;
line-height: normal;
}
#teks #teks3 {
height: auto;
width: auto;
margin-top: 10px;
text-decoration: underline;
padding-top: 2px;
padding-bottom: 2px;
font-size: 15px;
font-style: normal;
line-height: normal;
}
#teks #teks4 {
height: auto;
width: auto;
margin-top: 10px;
text-decoration: underline;
padding-top: 2px;
padding-bottom: 2px;
font-size: 15px;
font-style: normal;
line-height: normal;
}
#buka {
height: 260px;
width: auto;
margin-right: 6px;
margin-left: 6px;
font-size: 16px;
color: #06F;
padding-right: 2px;
padding-left: 2px;
}
#teks #ads-by {
height: auto;
width: auto;
margin-top: 5px;
color: #666;
font-size: 12px;
text-align: right;
margin-bottom: 5px;
padding-top: 2px;
padding-bottom: 4px;
margin-right: 6px;
margin-left: 6px;
font-style: normal;
line-height: normal;
text-decoration: none;
}
.isi-iklan {
color: #333;
text-decoration: none;
line-height: normal;
font-style: normal;
font-size: 13px;
}
</style>
<div id="teks">
<div id="buka">

<div id="teks1"><a href="http://ilmu-matematika.blogspot.com/">Pasang Iklan Murah</a></div>
<div class="isi-iklan">Hanya dengan Rp20.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!</div>

<div id="teks2"><a href="http://ilmu-matematika.blogspot.com/">Pasang Iklan Murah</a></div>
<div class="isi-iklan">Hanya dengan Rp20.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!</div>

<div id="teks3"><a href="http://ilmu-matematika.blogspot.com/">Pasang Iklan Murah</a></div>
<div class="isi-iklan">Hanya dengan Rp20.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!</div>

<div id="teks4"><a href="http://ilmu-matematika.blogspot.com/">Pasang Iklan Murah</a></div>
<div class="isi-iklan">Hanya dengan Rp20.000/bulan, Pasang Iklan Teks Anda Disini Sekarang juga!</div>

</div>
<div id="ads-by"><a href="http://ilmu-matematika.blogspot.com/">Ads by Yoyo Apriyanto</a></div>

</div>



4. Kemudian Simpan.


Keterangan :
- Warna merah adalah link URL.
- Warna biru adalah judul teks iklan.
- Warna hijau adalah keterangan iklan.
- Warna pink adalah pemilik layanan iklan.



Semoga dapat membantu! 

Tuesday, July 1, 2014

Model-model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013

Model-model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013



Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Bruce Joyce dan Marsha Weil (dalam Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun tentang Standar Proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Inkuiri (Inquiry Based Learning), model pembelajaran Discovery (Discovery Learning), model pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem Based Learning).

Untuk menentukan model pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • Kesesuaian model pembelajaran dengan kompetensi sikap pada KI-1 dan KI-2 serta kompetensi pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan KD-3 dan/atau KD-4.
  • Kesesuaian model pembelajaran dengan karakteristik KD-1 (jika ada) dan KD-2 yang dapat mengembangkan kompetensi sikap, dan kesesuaian materi pembelajaran dengan tuntutan KD-3 dan KD-4 untuk memgembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan.
  • Penggunaan pendekatan saintifik yang mengembangkan pengalaman belajar peserta didik melalui kegiatan mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba/mengumpulkan informasi (experimenting/ collecting information), mengasosiasi/menalar (assosiating), dan mengomunikasikan (communicating).



Berikut adalah contoh kegiatan dalam model pembelajaran dikaitkan dengan pendekatan saintifik (5M).


Model Inquiry Learning

Model pembelajaran Inkuiri biasanya lebih cocok digunakan pada pembelajaran matematika, tetapi mata pelajaran lainpun dapat menggunakan model tersebut asal sesuai dengan karakteristik KD atau materi pembelajarannya. Langkah-langkah dalam model inkuiri terdiri atas:
  1. Observasi/Mengamati berbagi fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana mengamati berbagai fakta atau fenomena dalam mata pelajaran tertentu.
  2. Mengajukan pertanyaan tentang fenomana yang dihadapi. Tahapan ini melatih peserta didik untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru, teman, atau melalui sumber yang lain.
  3. Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahapan ini peserta didik dapat mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
  4. Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
  5. Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.




Model Discovery Learning

  1. Stimulation (memberi stimulus). Pada kegiatan ini guru memberikan stimulan, dapat berupa bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema yang akan dibahas, sehingga peserta didik mendapat pengalaman belajar mengamati pengetahuan konseptual melalui kegiatan membaca, mengamati situasi atau melihat gambar.
  2. Problem Statement (mengidentifikasi masalah). Dari tahapan tersebut, peserta didik diharuskan menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi, sehingga pada kegiatan ini peserta didik diberikan pengalaman untuk menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
  3. Data Collecting (mengumpulkan data). Pada tahapan ini peserta didik diberikan pengalaman mencari dan mengumpulkan data/informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi. Kegiatan ini juga akan melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, serta membiasakan peserta didik untuk mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah, jika satu alternatif mengalami kegagalan.
  4. Data Processing (mengolah data). Kegiatan mengolah data akan melatih peserta didik untuk mencoba dan mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan pada kehidupan nyata, sehingga kegiatan ini juga akan melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
  5. Verification (memferifikasi). Tahapan ini mengarahkan peserta didik untuk mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, melalui berbagai kegiatan, antara lain bertanya kepada teman, berdiskkusi, atau mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, serta mengasosiasikannya sehingga menjadi suatu kesimpulan.
  6. Generalization (menyimpulkan). Pada kegiatan ini peserta didik digiring untuk menggeneralisasikan hasil simpulannya pada suatu kejadian atau permasalahan yang serupa, sehingga kegiatan ini juga dapat melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.




Problem Based Learning

Model pembelajaran ini bertujuan merangsang peserta didik untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya melalui langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
  1. Mengorientasi peserta didik pada masalah. Tahap ini untuk memfokuskan peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
  2. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran salah satu kegiatan agar peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap malasalah kajian.
  3. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok. Pada tahap ini peserta didik melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji.
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Peserta didik mengasosiasi data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.
  5. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Setelah peserta didik mendapat jawaban terhadap masalah yang ada, selanjutnya dianalisis dan dievaluasi.





Project Based Learning

Model pembelajaran ini bertujuan untuk pembelajaran yang memfokuskan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahami pembelajaran melalui investigasi, membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif.

Langkah pembelajaran dalam project based learning adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
  2. Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
  3. Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.
  4. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek. Peserta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
  5. Menguji hasil. Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.
  6. Mengevaluasi kegiatan/pengalaman. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain.



Sebelumnya terima kasih saya ucapkan kepada Ibnu Fajar, dari blog terkenal beliau saya dapatkan artikel ini, anda bisa juga kunjungi: http://ibnufajar75.wordpress.com.


Sumber : Paduan Pengembangan RPP-Direktorat Pembinaan SMA